Kamis, 14 Februari 2019

Bus kontingen Asian Games 2018

Upacara pembukaan Asian Games 2018
By Kompas

Pesta Olahraga Asia ke 18 atau bisa kita sebut 18th Asian Games merupakan ajang olahraga yang menghadirkan atlet-atlet dari berbagai negara dikawasan benua Asia. Ajang olahraga yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali ini memberikan suasana yang sangat segar, karena mempertandingkan seluruh jenis-jenis olahraga yang ada seperti Voli, Bulu Tangkis, Pencak Silat, hingga Jetski Air.

Asian Games 2018 berlangsung dari tanggal 18 Agustus hingga 2 September, berlokasi di 2 kota yaitu Jakarta dan Palembang. Khusus di Jakarta para atlet menetap sementara di Wisma Atlet Kemayoran, dan beberapa tempat sport center yang digunakan berada di kawasan sekitaran Jakarta seperti stadion Gelora Bung Karno dan Velodrome Rawamangun.

Atlet yang menggunakan bus kontingen
By mas Setia driver PO Putra Dewantara

Akses para atlet dari wisma menuju tempat pertandingan menggunakan transportasi bus. PO bus yang dipilih berasal dari bus-bus pariwisata yang tersebar diseluruh pulau Jawa. PO bus yang ikut menjadi official transport ini diberi aksesoris berupa stiker Asian Games disamping dan belakang bodi serta tulisan ENERGY OF Asia dikaca samping bus. PO bus apa sajakah yang (pernah) dipakai menjadi kendaraan kontingen di ajang olahraga bergengsi se Asia ini? Berikut daftarnya

PO Putra Perdana
By @rafadiaymnz

PO Subur Jaya
By Gilang Fadhil

PO Nafit Trans
Dokumentasi pribadi

PO Fajar Transport
By @muhammad_zidan1609

PO Putra Dewantara Ayu
By @amalia.ayuuu

PO Putra Utama
By @tenggo___

PO Citra Dewi
Dokumentasi pribadi

PO Royal Platinum
By @busroyalplatinun

PO Citymiles
By Andri Saima

PO Suka Damai
By Margana

PO Sahabat Kita
Dokumentasi pribadi

PO Gracias
By @naufal_photograp

PO Semanta Transport
Dokumentasi pribadi

PO Mata Trans
By I Made Bintoro

PO Kanaya Trans Wisata
By @prmn.dalu

PO RMJ Trans
Dokumentasi pribadi

PO Mega Citra Wisata
By @megacitra_bus

PO Bee Buzz
By Gilang Fadhil

Dokumentasi pribadi

PO Real Dream
By @nanugs

By Gilang Fadhil

PO Galatama
By Gilang Fadhil

PO Bris Trans
By @yayang_fbrn

PO Sari Harum
By @haikall.danish203

PO Duta Wisata
By @tegarprx_

PO Shine Star
By Gilang Fadhil

PO Medal Jaya
Dokumentasi pribadi


PO Trans Jaya
By @maesarizal_


Bus-bus ini telah berjasa mengangkut para atlet dari berbagai negara termasuk Indonesia. Dampak positifnya adalah dengan adanya PO PO bus yang bergabung menjadi official transport turut mendukung dan menyukseskan Asian Games dari awal hingga akhir.

Rabu, 16 Januari 2019

Pesona Kereta Lokal rasa Eksekutif ala Daop 4

Kereta Red Diesel Kedung Sepur

KRDH MCW merupakan sarana Kereta penumpang bermesin diesel milik PT KAI yang berada diambang kepunahan, keberadaannya kini telah digantikan oleh KRDI, KRDE, hingga KA penumpang berloko. MCW MCW ini sebagian besar dimodif menjadi kereta penumpang Ekonomi Lokalan, RailClinic, RailLibrary, sampai kereta Inspeksi. Dan sebagian kecilnya lagi bernasib tragis yaitu dibiarkan mangkrak di dipo hingga dibuang atau dirucat.

Rangkaian KRDH MCW yang
sudah tidak terpakai lagi

Namun di Daop 4 Semarang ada salah satu layanan KA lokalan yang masih mempertahankannya, bahkan rangkaian ini juga memiliki interior yang ga kalah keren sama kelas Eksekutif. Kereta lokal yang dimaksud adalah Kereta Api Kedung Sepur yang melayani rute Semarang Poncol-Ngrombo dan sebaliknya. Setiap harinya kereta ini jalan pulang pergi pada pagi hari dan sore hari. Untuk rangkaian MCWnya sendiri merupakan modifan dari BY Manggarai. Aslinya KRD ini dijalankan sebagai rangkaian sementara Kereta Api ARS Kualanamu menunggu unit KRD aslinya datang dari Korea. Namun posisinya diganti sama KRDE eks Kereta Api Kaligangsa sehingga MCW ini batal dibawa ke Medan dan berdinas di Yogya sebagai KRD Sriwedari AC dan dimutasi lagi ke Semarang sebagai Kedung Sepur sampai detik ini.

Tanggal 14 November 2018 kemarin menjadi kesempatan emas buat menjajal KRDH MCW Kedung Sepur yang pertama kalinya. Pagi itu diawali dengan jalan kaki dari hotel ke stasiun Semarang Poncol sejauh -+ 800 meter. Sepanjang perjalanan suasana masih sepi karena waktu baru menujukan pukul 05:20. Setibanya distasiun langsung menuju ke loket dan memesan tiket Kedung Sepur ke Ngrombo.

Interior kereta

Oiya disini kamu juga bisa pesan tiket Kedung Sepur PP alias tektok. Caranya kamu tinggal request ke petugas loket dan memesan tiket pulang sekaligus pergi pada hari itu juga, untuk pergi kamu tidak dimintai identitas, tapi untuk pulang kamu harus siapin kartu identitas seperti kereta api jarak jauh. Ini dilakukan karena tiket kereta Api Kedung Sepur dari Ngrombo cepat habis dan kursinya dijual sebanyak 100% tanpa tiket berdiri serta memakai format penomoran tempat duduk. Jika sudah memesan tinggal membayar, tarif tiket PP ini adalah 20 ribu. Kalau cuma sekali jalan atau single trip? Cukup bayar 10 ribu saja.

Sehabis menebus tiket langsung boarding, masuk ke dalam peron dan rangkaian telah tersedia di jalur 2. Memasuki ke dalam rangkaian interiornya benar-benar mirip sama kereta penumpang kelas Eksekutif, lengkap dengan footrest dan stop kontak serta toilet. Duduk diseat sesuai nomor dan selang beberapa saat kemudian kereta diberangkatkan dari stasiun Semarang Poncol menuju Ngrombo dengan berhenti di beberapa stasiun besar dan kecil.

Nama kereta

Duduk di kereta 3 sedikit apes, karena dikereta ini terdapat mesin genset atau pembangkit yang mengeluarkan suara gemuruh dari mesinnya.
Sepanjang perjalanan dari wilayah kota Semarang sampai Alastua pemandangannya berupa bangunan, pabrik-pabrik, serta pemukiman warga. Namum selepas Alastua rata-rata pemandangan yang ditemui adalah hamparan sawah. Dalam perjalanan ini KRD Kedung Sepur tidak kena susul kereta lain namun justru berpapasan sama kereta api barang dari arah berlawanan.

Setibanya di Ngrombo foto-foto dulu di depan-samping keretanya. Disini KRD Kedung Sepur berhenti cukup sebentar hanya 20 menitan. Karena waktu yang singkat, saat diluar stasiun hanya bisa jajan kecil-kecilan dan langsung masuk ke tempat boarding untuk menaiki rangkaian kereta kembali. Sebagai gambaran lingkungan sekitar stasiun lumayan terik namun adem karena ada beberapa pohon cemara yang menyejukan suasana.

Stasiun Ngrombo

Akhirnya kereta diberangkatkan kembali menuju Semarang jam 8 kurang 10 menit. Diperjalanan balik ini dapat kereta yang berbeda yang tidak memiliki genset, alhasil jauh lebih tenang dan lebih baik dari sebelumnya. Namun karena badan lemas dan muka ngantuk efek bangun pagi-pagi buta, aktivitas yang dilakukan sepanjang perjalanan adalah mengistirahatkan tubuh alias tidur.  Terbangun pada saat kereta lepas stasiun Semarang Tawang dan akan memasuki stasiun Semarang Poncol. Turun dari kereta kembali foto sebelum keretanya pulang masuk dipo kereta untuk selanjutnya istirahat sebelum berdinas lagi di sore harinya.

Kesimpulan perjalanan KRDH MCW Kedung Sepur rasa ARS ini lumayan puas. Rangkaian yang bersih, kursi yang empuk, dan fasilitas yang mumpuni menjadikan kereta ini salah satu recomended buat kalian yang menikmati perjalanan kereta jarak dekat tapi low budget.

Rangkaian bersiap pulang
dipo sehabis berdinas

Tapi akankah rangkaian KRD Lokal "Eksekutif" ini terus ada? Apakah rangkaian ini akan stop beroperasi? Kapankah rangkaian ini akan diganti? Siapakah calon pengganti rangkaian ini? Hanya PT KAI yang tau dan kita tunggu saja kebijakan KAI kedepannya.

Jadwal Kereta Api Kedung Sepur =
Semarang-Ngrombo
Smg Poncol ----- 05:45 • 15:45
Smg Tawang --- 05:55 • 15:55
Alastua ----------- 06:08 • 16:08
Brumbung ------ 06:20 • 16:20
Gubug ------------ 06:42 • 16:42
Karangjati ------ 07:01 • 17:01
Sedadi ------------ 07:17 • 17:17
Ngrombo -------- 07:28 • 17:28

Ngrombo-Semarang
Ngrombo --------- 07:50 • 17:55
Sedadi ------------- 08:01 • 18:06
Karangjati ------- 08:15 • 18:20
Gubug ------------- 08:33 • 18:38
Brumbung ------ 08:55 • 19:00
Alastua ----------- 09:09 • 19:12
Smg Tawang --- 09:23 • 19:27
Smg Poncol ----- 09:30 • 19:34

Tarif >>>
1x jalan Rp 10.000/orang
2x pp Rp 20.000/orang

Jumat, 28 Desember 2018

17 jam bersama Agramas Trontonia Muriaan


Agramas HD-001 "Jalesveva Jayamahe"

Jepara, adalah suatu kota yang terletak di Pantai Utara Jawa. Berjarak kurang lebih 65 km dari Semarang, kota ini menjadi destinasi wisata yang menarik karena memiliki pantai yang bagus-bagus, ditambah Jepara terhubung dengan akses kapal ferry menuju kepulauan Karimun Jawa yang terkenal akan keindahannya.

Pada tanggal 14 November 2018, dari Jepara saya bersama 2 teman saya hendak balik menuju Jakarta (via Bogor) dengan menggunakan salah 1 bus termewah Agramas yaitu berbodi Jetbus SHD3 dengan sasis Scania K410iB. Bus ini terkenal karena kecepatan dan kenyamanannya. Disini kami sudah menebus tiket di agen melalui whatsapp dan pembayaran bisa dilakukan dengan transfer. Untuk harga tiketnya sendiri adalah Rp 215.000,00,-

No.kontak agen Agramas Jepara mbak Ayu

Tampilan tiket sampul Agramas

Sembari menunggu waktu kedatangan bus, kami sempat mencari makan dan minum di warung kopi persis di depan terminal, tidak lupa kami juga hunting bus-bus malam yang hilir mudik masuk keluar terminal.

Menunggu sembari hunting bus juga

Bus New Shantika "Djanggo"
Seri 2 Jepara-Ciledug

Bus Haryanto "Sensation"
HR-023 Jepara-Pulogebang

Pukul 16:00 pas, bus yang di tunggu akhirnya datang juga, dengan nomor lambung HD-001 siap mengantarkan kami sampai tujuan. Tak berselang lama bus akhirnya di berangkatkan kembali dari Terminal Jepara. Selama perjalanan kami duduk ngacak karena di dalam bus banyak penumpang transitan dan diperbolehkan duduk bebas sampai Kudus. Oiya ada fasilitas apa saja di Agramas HD-001 ini?

Bus yang ditunggu akhirnya tiba

Memiliki total 32 kursi, tiap kursi dilengkapi dengan AVOD (kecuali seat 6A 6B dekat pintu tengah), bantal plus selimut bedcover, reclining seat dengan leg rest, coffe maker di belakang seat 3A 3B, toilet di dekat pintu tengah, dan air conditioner lengkap dengan USB charger. Ruang kaki di bus ini juga termasuk sangat luas, bahkan teman saya yang tinggi badannya 170 cm kakinya masih bisa bergerak leluasa tanpa khawatir mentok dengan kursi atau sekat di depannya.

Interior bus (diambil ditengah²)

Coffe Maker + dispenser

Seat by Aldila with legrest, bantal & bedcover

Panel louver AC yang dilengkapi USB charger

Audio Video On Demand (AVOD)

Selama dalam perjalanan bus dipacu dengan santai, beberapa kali bus juga mampir di agen sepanjang jalan raya Jepara-Kudus, sampai akhirnya jam setengah 6 sore kurang dikit bus tiba di terminal Jati Kudus. Seperti yang saya tadi katakan, disini penumpang banyak yang turun berpindah ke bus asli alias transitan. Berhenti selama 40 menit disini bisa melakukan kegiatan sholat maghrib, membeli jajanan, hingga hunting bus.

Deretan bus Agramas

Sebuah bus Nusantara

Sebuah bus Hiba Putra

Deretan bus New Shantika

Deretan bus Haryanto

Jam 6 sore lewat, bus dengan julukan Jalesveva Jayamahe ini berangkat kembali meninggalkan terminal Kudus dan bersiap melaju di jalan raya Pantura. Baru lepas dari terminal bus digeber dengan kecepatan sampai 100 km/jam, uniknya walau sudah berlari secepat ini suasana kabin masih tetap hening tanpa ada suara glodakan. Tak lama berselang crew membagikan snack berisi roti, permen 2 buah, aqua gelas dan sachet kopi sebagai pengganjal rasa lapar. Baru berjalan belasan menit, bus masuk disalah 1 pom bensin jalan raya Kudus-Demak untuk mengisi bahan bakar. Disini bus diisi solar dan sempat lihat nomialnya sampai 1 juta lebih, ga kebayang seberapa besar kapasitas tangki bahan bakarnya, apalagi bus ini porsinya ukuran jumbo.

Isi BBM barengan sama Agramas Double Decker

Selepas itu bus kembali melaju bersama bus-bus malam lainnya. Masuk kota Demak bus tidak mampir agen, karena okupansi kala itu full 100% jadi bus tidak mampir-mampir agen lagi. Menjelang Genuk lalu lintas sangat padat sampai Kaligawe, penyebabnya adalah kendaraan yang melambat akibat banjir dari sungai disamping jalanan. Selepas Kaligawe bus masuk jalan tol Tanjungmas-Srondol-Krapyak, disini beberapa bus malam lainnya kayak Haryanto, New Shantika dan Bejeu mudah dilalui.

Sembari menikmati macet tak lupa
mencoba isi snack dari Agramas
NOTE = Drink Beng-Beng cokelat hanya
hiasan semata pembelian dari warung

Menjelang Krapyak arus lalu lintas masih lancar, namun menjelang Mangkang terjadi kemacetan akibat dari proyek perbaikan jalan. Selepas Mangkang perjalanan kembali lancar sampai Kendal, namun menjelang Weleri bus masuk jalur alternatif karena menghindari kemacetan di lingkat Weleri akibat proyek perbaikan jalan juga. Di jalur alternatif tembus-tembus lewat stasiun Weleri bus terkena macet juga, untungnya kemacetan tidak terlalu parah dan bus kami kembali masuk jalur Pantura.

Pukul 9 malam lebih dikit sampailah kami di Rumah Makan Kendil Mas Gringsing, rumah makan ini bersebelahan dengan RM Menara Kudus service makannya bus Haryanto, dan disebrangnya ada RM Bukit Indah service makannya bus Bejeu dan New Shantika. Turun dari bus kami bertiga bergegas menuju tempat penukaran kupon makan, untuk lauk yang tersedia kala itu ada nasi putih, ayam goreng, sayur labu, gorengan semacam bakwan, dan sambal. Minumannya tersedia teh hangat manis. Overall kami baru pertama kali makan di RM Kendil Mas namun rasa makanannya sangat enak, bahkan untuk tehnya sendiri benar-benar pas manisnya dan benar-benar hangat airnya.

Service makan di RM Kendil Mas, Gringsing

Parkiran depan rumah makan

Agramas Double Decker

Lightning DRL Jetbus3

Setelah makan tidak lupa foto-foto bus dirumah makan, suasananya sangat ramai karena jam kedatangan bus Muriaan dari Kudus ke Jakarta bebarengan dengan jam kedatangan bus Soloan dari Jakarta ke Wonogiri/Ponorogo, jadi tiap beberapa detik ada bus Agramas yang datang dan berangkat kembali melanjutkan perjalanannya. Jam 10 malam kurang dikit bus kami yang juga memiliki julukan Kurcaci Balap ini lepas landas dari rumah makan dan kembali bertempur melibas jalur Pantura.

Melewati tanjakan Alas Roban, Agramas HD-001 ini sangat mudah melahapnya, semua karena dukungan spesifikasi mesin bus yang memiliki tenaga 410 daya kuda yang diraih pada 1.900 rpm dan torsi raksasa sebesar 2.000 Nm pada putaran 1.000-1.350 rpm, ditambah skill driver dalam melibas trek jalur yang menanjak membuat bus terasa sangat enteng tanpa ada hambatan berarti.

Selepas Alas Roban, kecepatan bus dapat ditingkatkan, lari bebarengan dengan bus-bus malam lainnya menuju Jakarta. Namun menjelang Subah terjadi kemacetan yang disebabkan oleh suatu kecelakaan, selepas Subah lagi-lagi terjebak macet gara-gara proyek perbaikan jalan, setelah melewati sumber macet akhirnya bus yang kami naiki dapat dipacu kembali dan sampailah di kota Batang dan Pekalongan. Disini HD-001 sempat berlari bersama bus Sudiro Tungga Jaya hingga bus tersebut melesat jauh didepan dan tak terlihat lagi.

Diperjalanan beberapa kali terjebak macet dan
sempat nanya ke crew berapa lama macetnya ini

Hampir tengah malam bus masuk di Gerbang Tol Pemalang. Belum masuk gerbang tolnya sudah disambut oleh kemacetan panjang, ini disebabkan karena antrian kendaraan masuk gardu tol, maklum saat saya masuk tol ini baru saja berdinas 2 minggu kurang dan animo kendaraan terutama bus-bus malam sangat tinggi karena dapat mempersingkat waktu termpuh perjalanan.

Kemacetan menuju gerbang tol Pemalang arah Jakarta


Selama antrian masuk tol ini saya mencoba fasilitas Coffe Maker yang tersedia di bus, saya mencoba minum bubuk kemasan cokelat memakai seduhan air panas dari dispenser, kenapa saya nggak seduh kopi? Saya tidak suka kopi karena rasanya pahit 😝

Cokelat panas

Jam setengah 1 akhirnya terbebas dari antrian gardu tol dan mulai berlari di tol ruas Pemalang-Pejagan. Dari sini saya mulai tertidur, bangun-bangun bus berada di dekat rest area KM 229. Disini ternyata bus kami sedang menepi membantu bus Agramas BM-087 yang trouble. Entah waktu itu menujukan jam berapa dan saya kembali menarik selimut dan tertidur, bangun-bangun bus sudah berada di rest area KM 102. Disini saya hanya melek sesaat dan kembali tertidur, dan lagi-lagi terbangun saat bus ini melaju dijalanan biasa. Usut punya usut buka via Google Maps ternyata bus Agramas HD-001 ini melimpir lewat jalan raya arteri di kawasan Klari, Jawa Barat, timur wilayah Karawang.

Sang supir memilih rute ini dikarenakan ruas tol Jakarta-Cikampek di wilayah Karawang-Cikarang terjadi kemacetan yang lumayan parah. Perjalanan via jalur arteri cukup lancar, walau di beberapa tempat ada kemacetan karena pasar subuh namun dapat dilewati dengan mudah. Jam setengah 6 lebih dikit melewati daerah Tambun, salah 1 dari kami akhirnya berpisah karena dia akan turun disini.

Karena mulai ada penumpang yang turun, seat yang
kosong saya rapikan dan seperti ini modelnya

Memasuki wilayah Depsos Bekasi ada beberapa penumpang yang turun, kemudian bus berangkat kembali menembus kemacetan hingga pintu tol Bekasi Timur. Masuk tol lagi-lagi "disapa" oleh kemacetan panjang hingga simpang Cikunir, selepas gerbang tol Cikunir arah JORR barulah jalan tol lancar. Keluar di Bambu Apus bus bersiap-siap akan memasuki terminal Kampung Rambutan untuk menurunkan beberapa penumpang lagi.

Lepas terminal Kampung Rambutan jam 7 lewat 5 menit bus lanjut mengarah ke Pasar Rebo, kemudian belok kiri menyusuri Raya Bogor. Disinilah ada banyak penumpang yang turun terutama di Simpang Depok dan Cibinong. Hingga akhirnya tiba di perempatan Warung Jambu, Bogor Utara dan Agra HD-001 ini belok kiri memasuki tol lingkar Bogor, tembus-tembus Sentul masuk ke tol Jagorawi, dan keluarlah di gerbong tol Bogor.

Melewati Cibinong

Pemandangan gunung Gede + Pangrango

Melaju cepat di tol Jagorawi

Keluar tol bus melewati daerah Baranangsiang, belok kiri menyusuri jalan raya Tajur, dan tepat pada pukul 9 pagi lebih 10 menit sampailah di tujuan akhir yaitu terminal Ciawi. Turun dari bus langsung foto-foto suasana terminal dan manuver bus yang kami tadi naiki untuk parkir kembali. Setelah selesai semuanya tak lupa ngobrol sama crew bus HD-001, bahkan kami ditawari untuk masuk kedalam bus lagi buat sekedar foto-foto.

Manuver HD-001 yang akan parkir setelah tiba di Ciawi

Bersebelahan dengan bus Haryanto dari Bojonegoro

Beberapa saat ditemani oleh bus Gunung Harta
yang baru sampai Ciawi dari Blitar

Selesai semuanya kamipun bergegas mencari makan, dan tepat di pintu masuk ada sebuah pedagang mie ayam plus bakso dengan harga Rp 13.000,00,- plus teh tawar. Untuk rasa mie nya sangat enak, apalagi daging ayamnya cukup banyak namun memiliki tekstur tebal dan gurih. Benar-benar recomended buat kamu yang mau makan mie ayam disini.

Mie ayam depan persis pintu
masuk parkiran bus Ciawi

Selesai makan saya bersama teman saya akhirnya balik menuju Jakarta dengan menaiki bus komuter Agramas ex APTB relasi Bogor (Ciawi)-Jakarta (Pasar Senen) via UKI Pramuka Salemba dengan tarif Rp 16.000 flat. Kami turun di Kramat Sentiong, teman saya langsung balik kerumahnya di Gang Sentiong dengan berjalan kaki dan saya melanjutkan perjalanan dengan naik bus Transjakarta menuju Kemayoran. Akhirnya mendarat dirumah masing-masing pukul 12:50 dan 13:30.


Kesimpulan =
Dengan waktu tempuh 17 jam lebih 5 menit kenyamanan yang diberikan sungguh terasa, sangat worth it dengan harga Rp 215.000,00,-  sudah mendapatkan fasilitas demikian, bahkan bisa menjadi rival PO sebelah berkelir hitam yang juga memiliki fasilitas yang sama. Namun Agramas memiliki keunggulan tambahan yaitu memiliki fitur AVOD, yang menjadikan Agra tronton ini pemain tunggal bus Muriaan dalam memberikan perangkat hiburan. Soal kecepatan bus ini bisa menjadi pilihan, cepat tapi tidak ngebut, dan rasanya masih nyaman tanpa suara gradak gruduk. Untuk kursi secara ukuran cocok buat berbagai jenis variasi tubuh, karena kursinya sendiri berukuran agak besar dan bahan kulit yang dimiliki lumayan empuk, ditambah ruang kaki juga sangat lapang karena formasi jarak antar kursi dibuat renggang.

Kressan HD-001 "Jalesveva Jayamahe"
HD-002 "Northern Troops"

Add caption

Persaingan antar PO bus dalam meberikan kenyamanan terus dilakukan agar dapat memikat hati penumpang. Dan Agramas salah satunya yang mencoba hal ini, hasilnya terbukti benar-benar menarik minat penumpang hingga saya mau mencoba lagi karena ketagihan 😁 Semoga Agramas tetap mempertahankan kenyamanan yang diberikan dan menjadi salah pilihan terbaik perjalanan bus malam lintas Bogor-Jakarta-Kudus-Jepara atau sebaliknya.

Catatan waktunya =
16:05 Jepara
16:28 Ngabul
16:42 Pecangaan
16:57 Mayong
17:15 Lingkar Barat 07 Jetak
17:26-18:06 term Jati Kudus
18:20-18:26 ngepom
18:42 Demak
19:15 Genuk
19:28 Kaligawe masuk tol
19:44 Krapyak keluar tol
20:12 Mangkang
20:32 Kendal
20:55 Stasiun Weleri
21:07-21:52 RM Kendil Mas
22:34 Subah
23:11 Batang
23:26 Pekalongan
23:59-00:30 GT Pemalang
03:28 km 102
04:18 Klari
05:13 Cikarang
05:37 Tambun
05:53 Bulak Kapal
06:44 GT Cikunir
07:05 Kp Rambutan
07:40 PAL Depok
08:00 Simpang Depok
08:14 Cibinong
08:33 Pomad
08:42 Tol Lingkar Bogor-Sentul-Jagorawi
08:54 Baranangsiang
09:10 Ciawi